Panen di Muara Jawa Ungkap Fakta Menarik Soal Pertanian IKN

cyber pena
11 Apr 2026 03:39
3 menit membaca

KUTAI KARTANEGARA,CYBERPENA.ID — Aktivitas panen bersama yang berlangsung di kawasan pertanian Muara Jawa pada Kamis (09/04/2026) menghadirkan suasana penuh semangat. Para petani tidak hanya memanen hasil, tetapi juga menjadikan momen tersebut sebagai ajang bertukar pikiran dan menyampaikan harapan terkait masa depan sektor pertanian di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kegiatan ini turut mempertemukan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, perusahaan, hingga masyarakat setempat. Di sela-sela panen, dialog terbuka terjalin, memberikan ruang bagi para petani untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada pihak terkait, termasuk Otorita IKN.

Dukungan terhadap pengembangan pertanian, khususnya inovasi Padi Gogo, juga datang dari berbagai pemangku kepentingan. Perwakilan PT Pupuk Kalimantan Timur, Joko, menegaskan bahwa pengembangan pertanian di wilayah Nusantara akan mengedepankan konsep berkelanjutan.

“Untuk wilayah IKN ini, kami akan menyesuaikan konsep di IKN sendiri, karena ini kan regeneratif ya pertaniannya. Jadi, walaupun kami punya pupuk kimia, tetapi kami akan sangat meminimalkan itu. Ini yang menarik, jadi nanti syukur-syukur kita belajar bagaimana sih membuat sebuah pupuk, tapi ini bukan pupuk kimia, apalagi pupuk subsidi. Ini adalah pupuk organik dan pupuk kompos. Pada intinya kami siap, untuk pergerakan maju dan pengembangannya kami akan selalu berkolaborasi dengan Otorita IKN beserta berbagai pihak lainnya,” ujarnya.

Panen bersama ini juga menjadi bukti berkembangnya Padi Gogo hasil kolaborasi penelitian dengan Institusi Pertanian Bogor (IPB), sekaligus bentuk nyata pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian. Dalam kesempatan tersebut, para petani menyampaikan berbagai kebutuhan yang dihadapi, mulai dari pengelolaan lahan hingga dukungan sarana produksi.

Perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT) Nauli, Diana, menyampaikan harapan agar kelompoknya mendapatkan pembinaan lebih lanjut, khususnya dalam pengelolaan lahan pekarangan.

“Terima kasih Bapak, saya mewakili dari KWT menyampaikan. Di Muara Jawa ini ada 13 kelompok KWT dan kami memohon bimbingan dari Bapak Bupati, juga Bapak Kepala Otorita IKN. Mungkin kalau kami, Ibu-ibu itu intern-nya KWT, karena lahan itu yang ada di lingkungan rumah, berbeda halnya dengan petani. Tetapi kadang terkendala di tempat pengolahan dan perlu bimbingan bagaimana cara mengelola lahan pekarangan yang ada agar KWT kami di Muara Jawa dapat lebih maju dan baik lagi,” ulasnya.

Hal serupa disampaikan Ketua Gapoktan Maju Sejahtera, Sarnu, yang mengungkapkan kondisi kelompok tani di wilayah tersebut, termasuk kebutuhan utama yang masih menjadi kendala.

“Gapoktan kami di Muara Jawa ada 19 kelompok tani dan 2 KWT, dengan jumlah anggota yaitu 400 orang lebih. Luasan lahan kami baik lahan basah maupun lahan kering itu sekitar 400 hektar. Kami selaku tuan rumah mengucapkan terima kasih atas kehadiran semuanya. Keluhan kami, Pak, sebagai kelompok tani, sebagaimana yang disampaikan Bapak Wakil Bupati tadi, yaitu alsintan (alat dan mesin pertanian) dan pupuk. Itu yang utama,” ujarnya.

Selain itu, Sarnu juga menyoroti pentingnya peningkatan akses jalan menuju lahan pertanian serta optimalisasi pemanfaatan lahan guna mendukung produktivitas yang berkelanjutan.

Di tengah pembangunan Nusantara yang terus berjalan, sektor pertanian di wilayah sekitar tetap menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem kawasan. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan mampu mendorong pertanian yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Panen bersama ini bukan sekadar perayaan hasil panen, melainkan juga momentum untuk menyusun langkah strategis ke depan, agar sektor pertanian di sekitar Nusantara terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (hms/rls)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    xjasa website murah
    xwebsite murah