MAMASA,CYBEPENA.ID – Bupati Mamasa Welem Sambolangi secara resmi melantik Kepala Sekolah dan Pengawas Satuan Pendidikan lingkup Pemerintah Kabupaten Mamasa. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa, pada Senin, 12 Januari 2026.
Kegiatan pelantikan ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, pimpinan organisasi perangkat daerah, Kepala Dinas Pendidikan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPP), serta para undangan lainnya.

Dalam pelantikan tersebut, Bupati Mamasa melantik sebanyak 91 Kepala Sekolah dan 3 Pengawas Satuan Pendidikan yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Mamasa dalam memperkuat tata kelola pendidikan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Welem Sambolangi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh kepala sekolah dan pengawas yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas.

“Saya ucapkan selamat kepada bapak ibu yang hari ini telah menerima pengesahan sebagai pejabat pada jabatan kepala sekolah dan bapak ibu juga telah menandatangi pakta integritas, setiap tiga bulan akan kami evaluasi jika bapak ibu tidak mampu melaksanakan tugas,” tegas Bupati.
Bupati Mamasa juga menekankan bahwa evaluasi kinerja akan dilakukan secara berkala sebagai bentuk pengawasan dan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pelayanan pendidikan berjalan optimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Lebih lanjut, pada kesempatan tersebut, Bupati menegaskan agar seluruh kepala sekolah dan pengawas memiliki orientasi utama pada mencerdaskan anak bangsa. Ia secara tegas meminta agar berbagai praktik negatif yang dapat merusak dunia pendidikan, seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta tindakan provokatif, dapat dihilangkan dari lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa.
“Jangan lagi ada lagi politik uang, jual beli jabatan, penyebar hoaks, provokator, hingga sogok menyogok.
Tugas bapak ibu adalah berdiri di depan kelas untuk mencerdaskan anak bangsa, bukan provokator dan penyebar hoaks. Jangan ada lagi kepala sekolah memiliki operator merangkap di tiga sekolah, atau setoran ke bupati atau kepala dinas, karena yang kita butuhkan adalah orang yang punya hati, komitmen, ketulusan dan integritas,” tutup Bupati.

Bupati berharap, dengan pelantikan ini, seluruh kepala sekolah dan pengawas mampu menjadi teladan di lingkungan satuan pendidikan masing-masing, menjaga marwah profesi pendidik, serta berperan aktif dalam menciptakan iklim pendidikan yang bersih, sehat, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran.
Pemerintah Kabupaten Mamasa berkomitmen untuk terus melakukan pembenahan dan pengawasan di sektor pendidikan, sebagai bagian dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta mencetak generasi muda Mamasa yang berdaya saing dan berkarakter. (rls/hms)
Laporan :Agustinus



Tidak ada komentar