๐‘บ๐’†๐’ƒ๐’–๐’‚๐’‰ ๐‘ท๐’†๐’“๐’‹๐’‚๐’๐’‚๐’๐’‚๐’ ๐‘ด๐’†๐’๐’„๐’‚๐’“๐’Š ๐‘น๐’‚๐’”๐’‚ ๐’…๐’‚๐’ ๐‘ต๐’Š๐’๐’‚๐’Š

cyber pena
17 Okt 2025 17:48
7 menit membaca

Oleh : Leonard

OPINI – Perjalanan saya dan rekan-rekan dari Sulawesi Barat menuju Bali bukan sekadar wisata belajar. Kami datang untuk menimba ilmuโ€”bukan tentang cara menanam, tetapi bagaimana mengelola, mengolah, dan memasarkan hasil bumi agar bernilai tinggi. Dalam dua hari penuh, saya berkeliling ke Tabanan, Gianyar, dan Bangli, menyusuri aroma kakao dan kopi yang menggugah, menyimak kisah perjuangan petani, sekaligus menyaksikan bagaimana pengetahuan, manajemen, dan digitalisasi mengubah wajah pertanian modern.

Di setiap langkah perjalanan, saya menemukan satu pesan kuat: petani yang cerdas bukan hanya yang pandai menanam, tapi yang mampu memahami rantai nilaiโ€”dari kebun hingga pasar global. Itulah semangat yang saya bawa pulang dari forum pembelajaran ini: bahwa di balik setiap biji cokelat dan tetes kopi, ada ilmu yang panjang, ada etika, dan ada narasi keberlanjutan yang tidak kalah penting dari cita rasa itu sendiri.

๐—•๐—ฎ๐—ฏ ๐Ÿญ. ๐—›๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ๐—บ๐—ฎ: ๐—•๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ท๐—ฎ๐—ฟ ๐—ก๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ถ ๐—ง๐—ฎ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—–๐—ผ๐—ธ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜ ๐—๐˜‚๐—ป๐—ด๐—น๐—ฒ๐—š๐—ผ๐—น๐—ฑ ๐—•๐—ฎ๐—น๐—ถ

Kami tiba di Kabupaten Tabanan, Bali bagian barat, tempat berdirinya JungleGold Bali, sebuah perusahaan pengolah cokelat yang telah menembus pasar premium dunia. Dari luar, bangunannya sederhana. Namun begitu melangkah ke dalam, tampak jelas bagaimana filosofi dan sistem kerja mereka menanamkan nilai tambah di setiap tahap produksi.

Kunjungan dimulai dengan penyambutan hangat dari tim JungleGold dan kelompok tani binaan asal Jembrana. Mereka menjelaskan bagaimana konsep end-to-end supply chain menjadi dasar sistem mereka: dari kebun, fermentasi, pengeringan, hingga kemasan ekspor, semua dilakukan secara terintegrasi dengan prinsip keadilan untuk petani.

๐‘ท๐’†๐’•๐’‚๐’๐’Š ๐’…๐’‚๐’ ๐‘ด๐’‚๐’๐’‚๐’‹๐’†๐’Ž๐’†๐’ ๐‘ต๐’Š๐’๐’‚๐’Š

Seorang ketua kelompok tani dari Jembrana membuka sesi diskusi dengan kalimat sederhana namun bermakna dalam:

โ€œ๐พ๐‘Ž๐‘š๐‘– ๐‘ ๐‘ข๐‘‘๐‘Žโ„Ž ๐‘๐‘–๐‘ ๐‘Ž ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘Ž๐‘›๐‘Ž๐‘š, ๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘– ๐‘๐‘’๐‘™๐‘ข๐‘š ๐‘ ๐‘’๐‘š๐‘ข๐‘Ž ๐‘๐‘–๐‘ ๐‘Ž ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘”๐‘’๐‘™๐‘œ๐‘™๐‘Ž.โ€

Kalimat itu menampar kesadaran kami. Petani memang ahli di kebun, tapi belum tentu paham soal manajemen usaha: pencatatan keuangan, pengemasan, branding, dan legalitas. Banyak hasil panen yang berkualitas justru kehilangan nilai karena tidak dikelola secara profesional.

Dari pemaparan kelompok tani Jembrana, saya mencatat bahwa kesenjangan kapasitas antara kemampuan teknis dan kemampuan manajerial menjadi akar persoalan klasik petani di berbagai daerah, termasuk di Mamasa. Teknik budidaya yang baik tidak akan banyak berarti tanpa manajemen mutu dan pasar yang jelas.

Fermentasi dan pengeringan biji kakao misalnya, memiliki pengaruh langsung terhadap harga jual. Di JungleGold, mereka menerapkan standar sederhana tapi disiplin: suhu, waktu fermentasi, hingga kelembapan pengeringan diukur dan dicatat. Standarisasi ini membuat produk mereka bisa naik kelas dari kakao biasa menjadi bahan baku cokelat premium.

๐‘ช๐’-๐‘ญ๐’๐’–๐’๐’…๐’†๐’“ ๐‘ฑ๐’–๐’๐’ˆ๐’๐’†๐‘ฎ๐’๐’๐’…: ๐‘ณ๐’†๐’ˆ๐’‚๐’๐’Š๐’•๐’‚๐’” ๐’…๐’‚๐’ ๐‘ฌ๐’•๐’Š๐’Œ๐’‚ ๐‘ฉ๐’Š๐’”๐’๐’Š๐’”

Selanjutnya, Gusti, Co-Founder JungleGold, memberikan paparan inspiratif tentang perjalanan bisnis mereka. Ia menjelaskan bahwa legalitas bukan sekadar urusan administratif, melainkan pondasi kepercayaan.

โ€œ๐‘ƒ๐‘’๐‘Ÿ๐‘–๐‘ง๐‘–๐‘›๐‘Ž๐‘› ๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž๐‘™๐‘Žโ„Ž ๐‘๐‘’๐‘›๐‘ก๐‘ข๐‘˜ ๐‘’๐‘ก๐‘–๐‘˜๐‘Ž. ๐พ๐‘’๐‘ก๐‘–๐‘˜๐‘Ž ๐‘˜๐‘–๐‘ก๐‘Ž ๐‘™๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘™, ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ก๐‘– ๐‘˜๐‘–๐‘ก๐‘Ž ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘”โ„Ž๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘”๐‘Ž๐‘– ๐‘˜๐‘œ๐‘›๐‘ ๐‘ข๐‘š๐‘’๐‘› ๐‘‘๐‘Ž๐‘› ๐‘›๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž.โ€

JungleGold membangun model pembinaan hulu-hilir: mereka membeli biji kakao langsung dari petani binaan di berbagai wilayah Indonesiaโ€”Papua, Sulawesi, NTT, hingga Sumatera. Setiap daerah memiliki karakter rasa yang unik, dan semua dikelola dengan sistem traceability yang ketat.

Saya belajar bahwa kekuatan mereka bukan hanya pada kualitas cokelat, tapi juga pada cerita di baliknya. Di pasar global, cerita tentang asal-usul dan proses etis sering kali lebih bernilai daripada harga itu sendiri. JungleGold menjadikan storytelling sebagai bagian dari strategi branding. Di setiap kemasan, ada kisah tentang petani, tanah, dan proses yang membentuk rasa khas cokelat Bali.

๐‘น๐’†๐’‡๐’๐’†๐’Œ๐’”๐’Š ๐‘ฏ๐’‚๐’“๐’Š ๐‘ท๐’†๐’“๐’•๐’‚๐’Ž๐’‚

Menutup sesi di Tabanan, saya merenung bahwa tantangan terbesar bagi UMKM di Sulawesi Barat bukan sekadar pada produksi, tapi pada pembentukan nilai. Tanpa legalitas, manajemen usaha, dan branding yang kuat, produk sehebat apa pun akan sulit menembus pasar. JungleGold memberi contoh bahwa profesionalisme tidak harus mahalโ€”yang penting adalah disiplin dan kejujuran dalam setiap tahap kerja.

๐—•๐—ฎ๐—ฏ ๐Ÿฎ. ๐—•๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ท๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ฆ๐˜‚๐—ธ๐˜€๐—บ๐—ฎ ๐—ž๐—ผ๐—ฝ๐—ถ ๐—จ๐—ฏ๐˜‚๐—ฑ: ๐—œ๐—ป๐—ผ๐˜ƒ๐—ฎ๐˜€๐—ถ, ๐—Ÿ๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—น๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€, ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—๐—ฒ๐—ท๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ฟ

Perjalanan hari pertama berlanjut ke Kabupaten Gianyar, tepatnya ke Suksma Kopi Ubud, sebuah rumah produksi dan kafe yang menjadi pelaku utama kopi Arabica Kintamani. Suasana Ubud yang tenang terasa kontras dengan semangat diskusi kami yang penuh antusias.

๐‘ท๐’†๐’๐’‚๐’‹๐’‚๐’“๐’‚๐’ ๐’…๐’‚๐’“๐’Š ๐‘บ๐’–๐’Œ๐’”๐’Ž๐’‚ ๐‘ฒ๐’๐’‘๐’Š

Narasumber dari Suksma menekankan pentingnya perizinan cepat dan lengkap sebagai syarat utama menembus pasar modern. Mereka berbagi kisah bagaimana proses legalitasโ€”mulai dari NIB hingga sertifikat mutuโ€”membuka akses ke jaringan ritel dan eksportir.

Selain itu, inovasi produk menjadi fokus berikutnya. Mereka tak sekadar menjual kopi biji sangrai, tetapi juga berbagai varian olahan. Inovasi dikombinasikan dengan storytelling digitalโ€”cerita tentang petani, rasa, dan filosofi disampaikan lewat media sosial, foto, dan video yang estetik.

๐‘ป๐’‚๐’๐’•๐’‚๐’๐’ˆ๐’‚๐’ ๐‘บ๐’Œ๐’‚๐’๐’‚ ๐‘ท๐’“๐’๐’…๐’–๐’Œ๐’”๐’Š

Namun, Suksma juga jujur soal keterbatasan: produksi kecil sulit memenuhi permintaan besar. Tantangan ini umum dihadapi banyak produsen di daerah, termasuk Mamasa. Solusinya, kata mereka, adalah aggregatorโ€”pengelompokan produsen agar volume tetap konsisten tanpa mengorbankan kualitas.

Pelajaran penting dari Suksma: legalitas membuka pasar, inovasi membuka peluang, dan kolaborasi menjaga keberlanjutan.

๐—•๐—ฎ๐—ฏ ๐Ÿฏ. ๐—›๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ž๐—ฒ๐—ฑ๐˜‚๐—ฎ: ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ถ๐—ฐ๐—ถ๐—ฝ๐—ถ ๐—œ๐—ฑ๐—ฒ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐˜€๐—บ๐—ฒ ๐—ž๐—ผ๐—ฝ๐—ถ ๐—ž๐—ถ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐—ถ ๐—ฑ๐—ถ ๐—”๐—ธ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ

Hari kedua membawa kami ke Kabupaten Bangli, di mana berdiri Akasa Kopi, sebuah usaha kopi spesialti dengan filosofi kuat: Single Origin 100% Arabica Kintamani. Bertemu dengan pendirinya, Agus Harditya, membuka wawasan baru tentang bagaimana idealisme dapat menjadi strategi bisnis.

๐‘บ๐’Š๐’๐’ˆ๐’๐’† ๐‘ถ๐’“๐’Š๐’ˆ๐’Š๐’ ๐’”๐’†๐’ƒ๐’‚๐’ˆ๐’‚๐’Š ๐‘ฐ๐’…๐’†๐’๐’•๐’Š๐’•๐’‚๐’” ๐’…๐’‚๐’ ๐‘ฐ๐’…๐’†๐’๐’๐’๐’ˆ๐’Š

Agus menyampaikan dengan tegas:
โ€œ๐พ๐‘Ž๐‘š๐‘– ๐‘ก๐‘–๐‘‘๐‘Ž๐‘˜ ๐‘š๐‘Ž๐‘ข ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘๐‘Ž๐‘š๐‘๐‘ข๐‘Ÿ ๐‘๐‘–๐‘—๐‘– ๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘– ๐‘™๐‘ข๐‘Ž๐‘Ÿ. ๐พ๐‘Ž๐‘š๐‘– ๐‘–๐‘›๐‘”๐‘–๐‘› ๐‘ก๐‘’๐‘ก๐‘Ž๐‘ ๐‘—๐‘ข๐‘—๐‘ข๐‘Ÿ ๐‘๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž ๐‘ก๐‘Ž๐‘›๐‘Žโ„Ž ๐พ๐‘–๐‘›๐‘ก๐‘Ž๐‘š๐‘Ž๐‘›๐‘–.โ€

Keputusan untuk tetap single origin bukan sekadar strategi pasar, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap petani dan konsumen. Di era di mana banyak produsen mengejar volume, Akasa memilih menjaga integritas.
Idealisme ini justru menjadi kekuatan utama mereka. Konsumen globalโ€”terutama dari Korea Selatan dan Indiaโ€”menghargai kejujuran merek yang menjaga keaslian rasa dan asal produk.

๐‘น๐’‚๐’๐’•๐’‚๐’Š ๐‘ท๐’“๐’๐’…๐’–๐’Œ๐’”๐’Š ๐’…๐’‚๐’“๐’Š ๐‘ฏ๐’–๐’๐’– ๐’Œ๐’† ๐‘ฏ๐’Š๐’๐’Š๐’“

Akasa Kopi mengelola rantai produksi secara penuh: dari pembibitan, pemetikan, pengolahan, hingga pemasaran di kafe milik sendiri. Kami diajak berkeliling melihat ruang sangrai, hingga coffee bar tempat pelanggan menikmati hasil akhir dari proses panjang itu. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana kontrol kualitas tidak hanya soal alat modern, tapi tentang kedekatan antara produsen dan produk.

Agus menekankan bahwa setiap tahap harus dilakukan dengan โ€œrasaโ€.

โ€œ๐พ๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘ข ๐‘๐‘’๐‘ก๐‘Ž๐‘›๐‘– ๐‘ ๐‘ข๐‘‘๐‘Žโ„Ž ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘๐‘–๐‘›๐‘ก๐‘Ž๐‘– ๐‘๐‘Ÿ๐‘œ๐‘ ๐‘’๐‘ ๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž, ๐‘๐‘–๐‘—๐‘–๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž ๐‘Ž๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘๐‘–๐‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž ๐‘ ๐‘’๐‘›๐‘‘๐‘–๐‘Ÿ๐‘–.โ€

Itu bukan sekadar ungkapan puitisโ€”melainkan refleksi tentang ownership dan kebanggaan terhadap hasil kerja sendiri.

๐‘ซ๐’Š๐’ˆ๐’Š๐’•๐’‚๐’ ๐‘ฉ๐’“๐’‚๐’๐’…๐’Š๐’๐’ˆ ๐’…๐’‚๐’ ๐‘ฒ๐’๐’๐’•๐’†๐’ ๐‘ฒ๐’๐’๐’”๐’Š๐’”๐’•๐’†๐’

Salah satu hal paling menarik dari Akasa adalah cara mereka mengelola media sosial. Dengan tim kecil berisi empat orangโ€”penulis, fotografer, videografer, dan copywriterโ€”mereka memproduksi konten yang bercerita, bukan hanya menjual. Dengan bujet promosi sekitar lima juta rupiah per bulan, Akasa membuktikan bahwa promosi efektif tidak harus mahal, asalkan memiliki arah dan nilai yang jelas.

Mereka memasarkan kopi Kintamani sebagai kisah tentang tanah, ketinggian, dan kemurnian. Dalam dunia digital yang jenuh dengan promosi, kejujuran menjadi kekuatan baru.

๐—•๐—ฎ๐—ฏ ๐Ÿฐ. ๐—ฃ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ท๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—ฆ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐˜„๐—ฒ๐˜€๐—ถ ๐—•๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ

Dari Tabanan, Gianyar, hingga Bangli, saya menemukan pola yang sama: keberhasilan industri cokelat dan kopi tidak lahir dari kebetulan. Ia tumbuh dari tiga hal: pengetahuan, legalitas, dan kolaborasi.

Untuk Sulbar terutama Mamasa, yang memiliki potensi besar pada kopi arabika dan kakao, pembelajaran ini menjadi relevan. Jika petani hanya berhenti di budidaya, maka nilai ekonomi akan selalu kecil. Tapi bila mereka mampu mengelola pascapanen, membangun merek, dan terhubung dengan pasar digital, maka hasilnya bisa berlipat.

Saya membayangkan bagaimana kopi Mamasa bisa menjadi โ€œsaudara kembarโ€ Kintamaniโ€”menonjolkan karakter rasa khas dataran tinggi Sulbar, dengan kisah petani lokal yang autentik. Begitu pula kakao Mamasa yang bisa naik kelas jika dikelola seperti model JungleGold: legal, transparan, dan bercerita.

๐—•๐—ฎ๐—ฏ ๐Ÿฑ. ๐—ฅ๐—ฒ๐—ธ๐—ผ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฅ๐—ฒ๐—ณ๐—น๐—ฒ๐—ธ๐˜€๐—ถ ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ

Hasil kunjungan ini menyadarkan bahwa untuk naik kelas, UMKM Sulbar harus bertransformasi. Berikut refleksi yang saya simpulkan:

1. ๐ฟ๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘™๐‘–๐‘ก๐‘Ž๐‘  ๐‘๐‘ข๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘๐‘’๐‘๐‘Ž๐‘›, ๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘– ๐‘ก๐‘–๐‘˜๐‘’๐‘ก ๐‘š๐‘Ž๐‘ ๐‘ข๐‘˜ ๐‘๐‘Ž๐‘ ๐‘Ž๐‘Ÿ ๐‘š๐‘œ๐‘‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘›.
2. ๐‘ƒ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘ก๐‘–โ„Ž๐‘Ž๐‘› ๐‘๐‘Ž๐‘ ๐‘๐‘Ž๐‘๐‘Ž๐‘›๐‘’๐‘› โ„Ž๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ข๐‘  ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘—๐‘Ž๐‘‘๐‘– ๐‘๐‘Ÿ๐‘–๐‘œ๐‘Ÿ๐‘–๐‘ก๐‘Ž๐‘  ๐‘ข๐‘ก๐‘Ž๐‘š๐‘Ž.
3. ๐พ๐‘’๐‘š๐‘–๐‘ก๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘Ž๐‘› ๐‘Ž๐‘›๐‘ก๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘๐‘’๐‘ก๐‘Ž๐‘›๐‘– (๐‘Ž๐‘”๐‘”๐‘Ÿ๐‘’๐‘”๐‘Ž๐‘ก๐‘œ๐‘Ÿ) ๐‘๐‘’๐‘›๐‘ก๐‘–๐‘›๐‘” ๐‘ข๐‘›๐‘ก๐‘ข๐‘˜ ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘—๐‘Ž๐‘”๐‘Ž ๐‘˜๐‘œ๐‘›๐‘ ๐‘–๐‘ ๐‘ก๐‘’๐‘›๐‘ ๐‘– ๐‘ ๐‘ข๐‘๐‘™๐‘Ž๐‘–.
4. ๐‘†๐‘ก๐‘œ๐‘Ÿ๐‘ฆ๐‘ก๐‘’๐‘™๐‘™๐‘–๐‘›๐‘” ๐‘‘๐‘–๐‘”๐‘–๐‘ก๐‘Ž๐‘™ ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘—๐‘Ž๐‘‘๐‘– ๐‘ ๐‘ก๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘ก๐‘’๐‘”๐‘– ๐‘š๐‘ข๐‘Ÿ๐‘Žโ„Ž ๐‘ก๐‘Ž๐‘๐‘– ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘‘๐‘Ž๐‘š๐‘๐‘Ž๐‘˜ ๐‘๐‘’๐‘ ๐‘Ž๐‘Ÿ.
5. ๐ธ๐‘ก๐‘–๐‘˜๐‘Ž ๐‘๐‘Ÿ๐‘œ๐‘‘๐‘ข๐‘˜๐‘ ๐‘– ๐‘‘๐‘Ž๐‘› ๐‘˜๐‘’๐‘—๐‘ข๐‘—๐‘ข๐‘Ÿ๐‘Ž๐‘› ๐‘Ž๐‘ ๐‘Ž๐‘™ ๐‘๐‘Ÿ๐‘œ๐‘‘๐‘ข๐‘˜ ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘–๐‘›๐‘”๐‘˜๐‘Ž๐‘ก๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘˜๐‘’๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘๐‘Ž๐‘ฆ๐‘Ž๐‘Ž๐‘› ๐‘—๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘˜๐‘Ž ๐‘๐‘Ž๐‘›๐‘—๐‘Ž๐‘›๐‘”.

Semua poin ini bukan teori, melainkan hasil nyata dari pelaku industri yang sudah membuktikan sendiri.

๐—•๐—ฎ๐—ฏ ๐Ÿฒ. ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐˜๐˜‚๐—ฝ: ๐——๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—•๐—ฎ๐—น๐—ถ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐— ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ

Menutup dua hari penuh pembelajaran ini, saya menulis catatan digital ini:

โ€œ๐˜‰๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜ต๐˜ช๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ณ๐˜ข๐˜ด๐˜ข, ๐˜ต๐˜ข๐˜ฑ๐˜ช ๐˜ซ๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ช๐˜ณ.โ€

Di JungleGold saya belajar tentang etika dan sistem; di Suksma saya belajar inovasi dan jejaring; dan di Akasa saya belajar tentang idealisme dan cinta terhadap produk lokal.
Ketiganya saling melengkapiโ€”dan jika diterapkan di Sulbar terkhusus Mamasa, saya yakin ekonomi desa dapat tumbuh bukan hanya karena bantuan, tetapi karena pengetahuan dan kerja sama.

Mungkin inilah hakikat dari belajar lintas daerah: bukan untuk meniru, melainkan memahami nilai di balik setiap proses, lalu menyesuaikannya dengan potensi dan karakter tanah sendiri. Dari perjalanan ini, saya pulang dengan satu keyakinan kuat: bahwa biji kakao dan kopi Mamasa dan Sulbar juga bisa bicara, asal kita mau mendengar, meneliti, dan terus belajar dari pengalaman.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat yang telah menjadi jembatan ilmu melalui program Forum Diskusi Produk Olahan Cokelat dan Kopi di Bali.

Dukungan dan fasilitasi BI Sulbar tidak hanya membuka jalan bagi kami untuk belajar langsung dari pelaku industri terbaik, tetapi juga menanamkan semangat baru: bahwa penguatan ekonomi daerah harus dimulai dari pengetahuan, jejaring, dan keberanian untuk berinovasi.ย  (red/Agustinus)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    xjasa website murah
    xwebsite murah