Tobadak Perkuat Arah Pengembangan Komoditas Unggulan

cyber pena
17 Nov 2025 01:54
2 menit membaca

MAMUJU TENGAH, CYBERPENA.ID – Tim Ekspedisi Patriot IPB University bersama Pemerintah Daerah Mamuju Tengah melalui Sekretaris Daerah serta Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja menyelenggarakan dua rangkaian Focus Group Discussion (FGD) pada 5 dan 6 November 2025. Kegiatan ini digelar untuk mendukung perumusan arah pengembangan komoditas unggulan di kawasan transmigrasi Tobadak dari hulu hingga hilir.

FGD tersebut bertujuan memvalidasi temuan lapangan sekaligus menghimpun masukan strategis dari kelompok tani dan OPD terkait sebagai dasar penentuan arah kebijakan pembangunan pertanian berbasis potensi unggulan lokal.

FGD pertama berlangsung pada Rabu, 5 November 2025, di Kantor Kecamatan Tobadak, dengan fokus menghimpun masukan strategis dari kelompok tani. Sebanyak 50 peserta hadir, terdiri dari perwakilan kelompok tani dari 8 desa dan 2 UPT, serta Camat Tobadak. Diskusi menitikberatkan pada validasi temuan lapangan, tantangan pemasaran hasil pertanian, dan kebutuhan pengembangan komoditas unggulan di tingkat petani.

Melalui diskusi tersebut, para peserta menyampaikan pandangan, pengalaman, dan aspirasi terkait kondisi pertanian di wilayah masing-masing. Masukan itu menjadi data penting dalam penyusunan rekomendasi strategis bagi pengembangan komoditas unggulan yang relevan dan sesuai kebutuhan nyata di tingkat petani.

“Harapan kami, khususnya di sektor tanaman pangan, adalah adanya peningkatan luas lahan sawah yang didukung pengoptimalan ketersediaan air melalui sistem irigasi yang memadai,” ujar salah satu perwakilan kelompok tani dalam sesi diskusi.

FGD kedua dilaksanakan pada Kamis, 6 November 2025, di Aula A Kantor Bupati Mamuju Tengah dengan melibatkan 53 pemangku kepentingan lintas sektor. Forum ini dihadiri oleh Bupati dan Sekretaris Daerah Mamuju Tengah, jajaran OPD teknis, pemerintah kecamatan dan desa, Balai Penyuluhan Pertanian, serta perwakilan koperasi dan SPPG. Agenda mencakup paparan materi dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Mamuju Tengah serta presentasi hasil sementara kajian oleh Tim Ekspedisi Patriot IPB University. Forum diarahkan untuk menyelaraskan hasil kajian akademis dengan kebijakan pembangunan daerah.

Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Arsal Aras, S.E., M.Si., menegaskan pentingnya sinergi antara kajian akademik dan kebijakan daerah agar pembangunan komoditas unggulan dapat tepat sasaran.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot IPB, Bahroin Idris Tampubolon, S.E., M.Si., memaparkan hasil sementara pengkajian potensi komoditas dan pengembangan kawasan yang kemudian dibahas secara interaktif oleh peserta. Sejumlah poin penting disampaikan, meliputi identifikasi komoditas unggulan, pola kegiatan budidaya petani, alur pemasaran hasil pertanian, serta berbagai kendala yang dihadapi di lapangan.

Dengan terselenggaranya FGD ini, diharapkan lahir penguatan kebijakan pertanian berbasis potensi unggulan lokal sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan kelompok petani demi mendorong pertumbuhan kawasan yang lebih produktif dan berkelanjutan.  (rls/hms)

Editor : Bayu Amatory

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    xjasa website murah
    xwebsite murah