Tak Tunggu Anggaran Besar, Mobil Idle Jadi Andalan Layanan Sosial Makassar

cyber pena
15 Jan 2026 15:20
5 menit membaca

MAKASSAR, CYBERPENA.ID – Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pelayanan sosial yang responsif, efektif, dan berdaya guna. Melalui Dinas Sosial, Pemkot Makassar menghadirkan inovasi dengan memanfaatkan kendaraan aset daerah yang sebelumnya tidak terpakai menjadi armada operasional penjangkauan sosial.

Langkah kreatif tersebut diwujudkan dengan menyulap mobil-mobil bekas menjadi kendaraan operasional yang layak pakai untuk menunjang penanganan anak jalanan (anjal), penyaluran bantuan sosial, hingga kegiatan penjangkauan dan razia terpadu di lapangan.

Inovasi ini secara resmi ditandai dengan peluncuran enam unit kendaraan operasional penjangkauan milik Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang Dinas Sosial Kota Makassar. Launching dilakukan langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Anjungan Pantai Losari, Rabu (14/1/2026).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengapresiasi langkah inovatif Dinas Sosial yang mampu mengoptimalkan aset kendaraan idle menjadi armada operasional pelayanan sosial. Menurutnya, upaya tersebut mencerminkan kreativitas, efisiensi anggaran, sekaligus solusi nyata terhadap kebutuhan lapangan.

Pemilihan Makassar Creative Hub sebagai lokasi peluncuran, kata Munafri, juga merepresentasikan semangat kreativitas yang sejalan dengan terobosan Dinas Sosial.

“Menurut saya, ini sesuatu yang sangat kreatif yang dilakukan oleh teman-teman di Dinas Sosial. Ini memperlihatkan bahwa ketika ada niat dan upaya, insyaallah akan berbuah hasil yang baik,” ujarnya.

Munafri menjelaskan, sebelumnya Dinas Sosial telah menyampaikan kebutuhan kendaraan operasional untuk kegiatan penjangkauan sosial. Menindaklanjuti hal tersebut, Pemkot Makassar memaksimalkan mobil aset daerah yang sudah lama tidak digunakan untuk direvitalisasi dan difungsikan kembali.

“Saya disampaikan bahwa Dinas Sosial butuh kendaraan operasional untuk melakukan jangkauan-jangkauan terhadap kegiatan sosial yang akan dilaksanakan,” tuturnya.

“Di bagian aset kita, ada beberapa mobil yang sebenarnya sudah lama tidak terpakai dan bisa dimaksimalkan dengan baik,” sambungnya.

Ia bahkan membuka peluang penambahan armada operasional jika masih terdapat kendaraan aset daerah lain yang belum dimanfaatkan. Munafri menegaskan, langkah ini seharusnya menjadi contoh bagi organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya agar terus berinovasi tanpa selalu bergantung pada anggaran besar.

“Kalau masih ada, saya akan coba cek, dan kalau ada lagi akan saya serahkan. Ini juga harus menjadi contoh bagi dinas-dinas lain untuk terus berinovasi, tidak selalu menunggu anggaran besar,” tegas Munafri.

Meski demikian, Munafri juga mengingatkan pentingnya kesiapan teknis kendaraan agar operasional berjalan optimal.

“Kalau mobil bekas memang harus disiapkan bengkelnya. Jangan sampai satu kali jalan, tiga kali mogok. Pastikan semuanya bisa berjalan dengan baik,” pesannya.

Ia optimistis, dengan perbaikan yang tepat, kendaraan tersebut masih sangat layak digunakan dan mampu mempercepat penanganan berbagai persoalan sosial di Kota Makassar.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya mobil ini, persoalan-persoalan sosial di Kota Makassar bisa lebih cepat kita selesaikan secara bersama-sama,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, menjelaskan bahwa kendaraan operasional yang diluncurkan merupakan hasil optimalisasi aset pemerintah daerah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara maksimal.

“Mobil yang kita maksimalkan ini, satu di antaranya berasal dari Dinas Kesehatan, kemudian ada juga kendaraan dari Dalmas,” ungkap Andi Bukti.

Ia menambahkan, kendaraan tersebut telah melalui proses rebranding sehingga layak digunakan sebagai armada operasional Dinas Sosial. Proses tersebut didukung oleh anggaran internal dan merupakan hasil kreativitas salah satu kepala bidang di Dinas Sosial.

“Saya hanya ingin menyampaikan bahwa dengan adanya mobil ini, sangat membantu teman-teman di rehabilitasi sosial dalam melakukan penjangkauan,” jelasnya.

https://kitabisa.com/campaign/gerejatendasalumokanan

Menurutnya, keberadaan armada operasional ini sangat penting untuk mendukung mobilitas petugas dalam menangani persoalan sosial secara cepat dan responsif. Oleh karena itu, pihaknya berharap adanya dukungan lanjutan dari Wali Kota Makassar, khususnya dalam pemanfaatan aset kendaraan lain yang masih idle.

“Pemanfaatan kendaraan yang ada akan berdampak langsung pada efektivitas penanganan masalah sosial di Kota Makassar,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Makassar, Muhammad Zuhur Daeng Ranca, menjelaskan bahwa enam unit kendaraan operasional tersebut digunakan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang.

TRC Saribattang merupakan tim gabungan yang melibatkan Dinas Sosial Kota Makassar, Kepolisian, Satpol PP, serta unsur TNI guna memastikan penanganan persoalan sosial berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran.

“Enam unit kendaraan operasional ini digunakan untuk melakukan peninjauan langsung di lapangan berdasarkan laporan warga terkait permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat,” kata Zuhur.

Ia menjelaskan, penjangkauan dilakukan berdasarkan laporan yang masuk melalui aplikasi Lontara, dengan fokus utama pada penanganan anak jalanan yang beraktivitas di persimpangan lampu merah dan titik rawan lainnya.

“Misalnya ada laporan anak jalanan yang berkeliaran di lampu merah, maka tim kami langsung melakukan penjangkauan ke titik yang dilaporkan melalui aplikasi Lontara,” jelasnya.

Selain anak jalanan, TRC Saribattang juga menangani kelompok rentan lainnya seperti orang terlantar dan lanjut usia yang tidak memiliki keluarga maupun tempat tinggal.

“Tim kami tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi juga mengidentifikasi permasalahan di lapangan. Jika yang dibutuhkan bersifat mendesak seperti makanan, maka langsung kami bantu,” ungkapnya.

Mantan Kabag Protokol Pemkot Makassar ini menambahkan, penanganan lanjutan dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk pemanfaatan fasilitas penampungan milik Kementerian Sosial di Kota Makassar.

“Untuk penanganan lanjutan, kami juga berkolaborasi dengan penampungan di bawah Kementerian Sosial, sehingga perhatian dan perlindungan terhadap warga yang membutuhkan bisa lebih optimal,” tutup Zuhur. (rls/hms)


Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    xjasa website murah
    xwebsite murah