Srikandi APPI Jadi Mitra Strategis Pemerintah Tangani KDRT dan Pelecehan di Makassar

cyber pena
21 Nov 2025 21:11
3 menit membaca

MAKASSAR, CYBERPENA.ID – Komitmen memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Kota Makassar kembali ditegaskan melalui pertemuan antara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar bersama DPP Srikandi APPI Kota Makassar, Kamis (20/11/2025). Pertemuan berlangsung di Kantor DP3A lantai 4 dan menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat mekanisme kolaborasi lintas wilayah, terutama dalam penanganan kasus kekerasan yang masih tinggi di beberapa kecamatan.

Pertemuan dipimpin Kepala DP3A Kota Makassar, drg. Ita Isdiana Anwar, M.Kes., dan dihadiri Ketua DPP Srikandi APPI Makassar, Asriani Amiruddin, beserta jajaran koordinator kecamatan. Dalam dialog tersebut, DP3A menyoroti pentingnya sinergi pendampingan berbasis data untuk mempercepat penanganan kasus sekaligus memastikan korban mendapatkan layanan awal secara cepat dan tepat.

Manggala Jadi Fokus Penanganan

Data DP3A menunjukkan Kecamatan Manggala menempati posisi tertinggi kasus pelecehan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kondisi ini disoroti sebagai indikator perlunya penguatan jejaring pelindung di tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Kawasan dengan angka kerentanan tinggi perlu kerja bersama yang lebih terukur. Peran Srikandi APPI dapat membantu pemerintah dalam mempercepat intervensi dan pendampingan awal,” ujar drg. Ita.

Srikandi APPI dinilai memiliki struktur dan jaringan lapangan yang dapat menjadi garda terdepan dalam deteksi dini, pelaporan, serta pemantauan kasus secara langsung.

DP3A Siap Dampingi sebagai Pembina

Dalam pertemuan tersebut, Kepala DP3A menyatakan kesediaannya menjadi Dewan Pembina Srikandi APPI Kota Makassar. Kesediaan ini disambut antusias oleh pengurus Srikandi, yang menilai dukungan tersebut menegaskan kepercayaan dan pengakuan pemerintah terhadap peran strategis organisasi.

“Srikandi APPI punya komitmen dan struktur kerja yang jelas. Kami siap mendampingi agar koordinasi ini berjalan lebih terukur dan berkelanjutan,” tegas drg. Ita.

Perkuat Sistem Respons Cepat

Pembahasan juga menitikberatkan pada penyusunan mekanisme respons cepat untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk KDRT, pelecehan, perundungan, hingga masalah kerentanan sosial lainnya. Dengan struktur koordinator hingga kelurahan, Srikandi APPI dianggap mampu memperluas jangkauan layanan pemerintah.

Koordinator Kecamatan Bontoala, Sahriah Anas, menegaskan kesiapan jajarannya mendukung langkah tersebut.

“Kami siap berada di barisan terdepan untuk pelaporan cepat dan pendampingan awal. Ini bagian dari ikhtiar bersama memastikan perempuan dan anak mendapat perlindungan yang semestinya,” ujarnya.

Siap Libatkan Srikandi dalam Program DP3A

DP3A juga menyampaikan rencana pelibatan Srikandi APPI dalam sejumlah agenda, termasuk focus group discussion (FGD), kegiatan edukasi, sosialisasi, hingga pelatihan peningkatan kapasitas pendamping.

Selain memperluas jangkauan layanan perlindungan, pelibatan ini diharapkan dapat menguatkan partisipasi masyarakat dalam membangun budaya kepedulian serta penanganan kekerasan secara lebih menyeluruh.

Sinergi Jangka Panjang

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan merumuskan alur kolaborasi, pembagian peran, dan penyelarasan program sesuai kebutuhan lapangan dan prioritas pembangunan pemerintah Kota Makassar. Lewat langkah ini, diharapkan ekosistem perlindungan perempuan dan anak dapat semakin kuat, sistematis, dan berdampak langsung bagi masyarakat. (rls)

Editor : Bayu Amatory

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    xjasa website murah
    xwebsite murah