Sinergi Pusat–Daerah, Terminal Daya Disiapkan Jadi Terminal Terintegrasi Regional

cyber pena
4 Mar 2026 04:11
3 menit membaca

MAKASSAR,CYBERPENA.ID – Pemerintah Kota Makassar bersama Kementerian Perhubungan terus mematangkan langkah percepatan revitalisasi Terminal Daya Tipe A.

Hal ini mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Toni Tauladan, serta jajaran Kemenhub di Balai Kota Makassar, Selasa (3/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah berkomitmen menuntaskan proses pengalihan aset sebagai fondasi utama pembenahan Terminal Daya, terminal terbesar di kawasan timur Indonesia.

Revitalisasi Terminal Daya diproyeksikan tidak sekadar pembaruan infrastruktur, tetapi juga sebagai langkah strategis menjadikan terminal ini sebagai simpul transportasi regional yang modern, terintegrasi, serta mampu mendukung mobilitas penumpang dan angkutan logistik. Upaya ini dinilai krusial bagi Makassar sebagai kota dagang dan jasa yang membutuhkan sistem transportasi publik tertata dan berdaya saing.

Munafri Arifuddin menekankan pentingnya percepatan proses pengalihan aset sebagai kunci utama agar revitalisasi dapat berjalan optimal.

“Pentingnya percepatan proses pengalihan aset sebagai kunci utama revitalisasi Terminal Daya agar dapat berfungsi optimal sebagai terminal regional dan simpul transportasi publik yang terintegrasi,” jelas Appi.

Ia menjelaskan, saat ini proses penyerahan aset dari Perumda Terminal ke Pemerintah Kota Makassar masih dalam tahap audit guna memastikan status lahan dan administrasi sebelum nantinya diserahkan ke Kementerian Perhubungan.

“Proses pengalihan ini menjadi inti dari semua persoalan yang akan kita selesaikan di tempat ini. Kami ingin memastikan pada saat peralihan tidak ada lagi sesuatu yang mengganjal, aset harus clear and clean,” tegasnya.

Secara regulasi, aset Terminal Daya sebelumnya telah diserahkan kepada Perumda Terminal melalui Peraturan Daerah (Perda), sehingga pengambilalihan kembali juga harus melalui mekanisme Perda.

Ke depan, kawasan Terminal Daya direncanakan menjadi terminal terintegrasi dengan pelayanan Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) serta infrastruktur yang lebih modern. Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Makassar juga berkomitmen menyiapkan terminal tipe C sebagai simpul angkutan kota (feeder).

Munafri menargetkan pembangunan dua koridor bus kota yang menghubungkan Terminal Daya dan Terminal Mallengkeri, melintasi sejumlah kampus dan pusat aktivitas masyarakat.

“Kita ingin tempat ini menjadi ruang aktivitas bersama, dengan batasan fungsi yang jelas, sekaligus mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Ia berharap sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah menjadi kunci agar Terminal Daya segera berfungsi optimal sebagai simpul transportasi modern dan terintegrasi di Kota Makassar.

“Kalau semua tugas masing-masing kita selesaikan bersama, saya yakin bisa memaksimalkan aset ini untuk kepentingan masyarakat Kota Makassar,” pungkasnya.

Sementara itu, Toni Tauladan menyampaikan bahwa berdasarkan data Ditjen Perhubungan Darat, saat ini terdapat 35 perusahaan otobus dengan 236 armada AKAP berizin resmi yang beroperasi di Terminal Daya. Hal tersebut menunjukkan bangkitan permintaan angkutan antarprovinsi yang masih cukup besar.

Melalui dukungan APBN, pemerintah pusat akan mengoptimalkan rehabilitasi dan revitalisasi Terminal Daya Tipe A. Dalam prosesnya, Kemenhub akan melakukan identifikasi kebutuhan terminal hingga penyusunan timeline pelaksanaan, sembari menunggu penyerahan P3D (Personel, Pendanaan, Sarana dan Prasarana, serta Dokumen) dari Pemkot Makassar.

Ia menjelaskan, revitalisasi Terminal Tipe A diperkirakan membutuhkan sekitar 12 hektare dari total hampir 14 hektare kawasan terminal saat ini. Fasilitas yang akan dihadirkan meliputi area kedatangan, area ramp check, ruang tunggu, serta area pengendapan bus untuk menyesuaikan jadwal keberangkatan.

“Kita akan menggunakan identifikasi kebutuhan minimal seperti gate kedatangan, area ramp check, ruang tunggu, dan area pengendapan bus,” ujarnya.

Toni juga mengapresiasi pertumbuhan ruang-ruang ekonomi masyarakat di kawasan Terminal Daya. Ia menegaskan, meskipun dilakukan revitalisasi, kerja sama Perumda Terminal dengan pelaku usaha tetap dapat berjalan demi mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Kami harapkan lebih dari batas-batas yang di-P3D-kan, kerja sama itu tetap bisa berjalan untuk pertumbuhan ekonomi juga. Jadi dua-duanya bisa jalan,” tambahnya.

Menjelang masa angkutan Lebaran, Kemenhub juga akan menurunkan tim pengawasan untuk melakukan ramp check dan pemeriksaan kelaikan armada di Terminal Daya guna menjamin keselamatan penumpang. (rls/hms)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    xjasa website murah
    xwebsite murah