Senapan Water Jelly Berujung Maut, Remaja di Makassar Diduga Tertembak Polisi

cyber pena
5 Mar 2026 12:33
3 menit membaca

MAKASSAR,CYBERPENA.ID – Seorang remaja bernama Bertrand Eko Prasetyo (18) meninggal dunia setelah diduga terkena tembakan seorang anggota polisi saat terjadi insiden pembubaran aksi tawuran di Jalan Toddopuli Raya, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Minggu (1/3/2026).

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban bersama sejumlah rekannya diduga terlibat aksi tawuran menggunakan mainan senapan water jelly yang dilaporkan meresahkan warga sekitar pada pagi hari.

Kapolrestabes Makassar, Arya Perdana, menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan masyarakat terkait aksi sekelompok remaja yang melakukan keributan di kawasan tersebut sekitar pukul 07.00 WITA.

Menurutnya, aksi tersebut dinilai membahayakan karena para remaja diduga melakukan tindakan agresif terhadap salah seorang pengendara motor yang melintas di lokasi kejadian.

“Kelompok remaja tersebut dilaporkan melakukan tindakan yang cukup keras kepada salah seorang pengendara motor, sehingga anggota yang berada di lokasi langsung turun dari mobil untuk melakukan penangkapan,” ujar Arya dalam keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa saat proses penindakan berlangsung, salah seorang anggota polisi berinisial Iptu N berupaya mengamankan korban yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.

Dalam situasi yang dinilai cukup tegang, petugas kemudian melepaskan tembakan peringatan dengan tujuan membubarkan kelompok remaja yang mulai berlarian meninggalkan lokasi.

“Anggota turun dari mobil dan langsung melakukan penangkapan terhadap salah satu pelaku sambil mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan kelompok tersebut,” jelasnya.

Namun, saat proses pengamanan berlangsung, korban yang sudah tertangkap disebut berusaha melepaskan diri dari pegangan petugas.

Menurut keterangan kepolisian, korban diduga meronta-ronta sehingga terjadi insiden yang menyebabkan korban terkena tembakan.

Peristiwa tersebut kemudian mengakibatkan korban mengalami luka serius dan akhirnya meninggal dunia.

Kasus ini langsung menjadi perhatian publik dan tengah ditangani oleh pihak kepolisian untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.

Kapolrestabes Makassar menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap anggota yang terlibat dalam insiden tersebut guna memastikan apakah prosedur penggunaan senjata api telah dilakukan sesuai aturan.

“Kami akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap peristiwa ini, termasuk memeriksa anggota yang terlibat dan memastikan seluruh prosedur telah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Arya.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para remaja, agar tidak melakukan aksi tawuran maupun permainan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Polisi menilai penggunaan mainan senapan water jelly dalam aksi tawuran berpotensi memicu konflik serta menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Kepolisian juga mengajak orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam tindakan yang dapat berujung pada tindak kekerasan maupun pelanggaran hukum.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penanganan dan pendalaman oleh aparat kepolisian guna mengungkap secara jelas seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi di lokasi kejadian. (ist)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    xjasa website murah
    xwebsite murah