Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Welem–Sudirman, Mamasa Mulai Bangkit

cyber pena
24 Feb 2026 04:24
3 menit membaca

MAMASA,CYBERPENA.ID –  Pemerintahan Welem–Sudirman menegaskan komitmennya membangun Kabupaten Mamasa dengan menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama pembangunan daerah. Kebijakan ini didasarkan pada realitas bahwa mayoritas masyarakat Mamasa menggantungkan hidup pada sektor sawah dan ladang. (22/2/2026)

“Penduduk Kabupaten Mamasa yang terdiri dari 80% bermatapencaharian di sawah dan ladang menjadikan titik fokus perhatian pertama pemerintahan Welem-Sudirman dalam menata pembangunan dan pemerintahan berkelanjutan dari pemerintahan sebelumnya.”

Pemerintah menyadari bahwa upaya mewujudkan masyarakat adil dan makmur sebagaimana cita-cita dalam Pembukaan UUD 1945 harus dimulai dari menyentuh langsung kebutuhan mayoritas rakyat, tanpa mengabaikan sektor kehidupan lainnya. Di tengah keterbatasan anggaran nasional dan imbauan efisiensi belanja dari pemerintah pusat, pemerintahan Welem–Sudirman mengarahkan sumber daya yang ada pada sektor-sektor yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Dalam satu tahun pemerintahan, berbagai langkah konkret telah dilakukan, terutama pada sektor pertanian. Pemerintah memberikan bantuan pupuk gratis pada musim tanam padi pertama tahun 2025, mendatangkan bantuan alat pertanian, 40 ton kapur dolomit, serta bibit padi. Selain itu, peran penyuluh pertanian di desa-desa diperkuat untuk mendorong perubahan pola bertani dari cara tradisional menuju sistem yang lebih modern dan terstruktur, termasuk penerapan teknik persemaian, pola tanam jajar, dan keseragaman waktu tanam guna pengendalian hama dan peningkatan produktivitas.

Program perluasan lahan melalui pencetakan 1.000 hektare sawah juga mulai direalisasikan, dengan 300 hektare telah dibuka pada 2025 dan sisanya direncanakan pada 2026. Langkah ini diharapkan memperkuat produksi padi daerah menuju swasembada pangan. Pemerintah daerah juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Bulog untuk pendirian kantor Bulog di Mamasa yang ditargetkan rampung pada 2026.

Di sektor pariwisata, pemerintah melakukan pembenahan sejumlah objek wisata, termasuk perencanaan rehabilitasi objek wisata alam Sarambu Liawan di Kecamatan Sumarorong yang sebelumnya ditutup karena faktor keamanan. Tahun ini, pemerintah menargetkan penyelesaian pembangunan agar objek wisata tersebut kembali aman dan nyaman dikunjungi. Berbagai event budaya dan kegiatan pemerintahan juga digelar di lokasi wisata sebagai strategi promosi daerah.

Pada sektor kesehatan, fokus diarahkan pada pengaktifan kembali kepesertaan BPJS masyarakat serta menghadirkan dokter spesialis di RSUD Kondosapata melalui kerja sama dengan perguruan tinggi dan dukungan pemerintah pusat serta Provinsi Sulawesi Barat. Pembenahan gedung RSUD juga menjadi prioritas guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Sektor pendidikan turut menjadi perhatian melalui pembenahan birokrasi dan pelantikan kepala sekolah tingkat dasar dan menengah melalui mekanisme assessment yang transparan dan akuntabel. Pemerintah juga aktif mengunjungi sekolah hingga ke wilayah terpencil untuk menyelesaikan berbagai persoalan infrastruktur dan manajemen pendidikan.

Dalam bidang infrastruktur digital, Pemerintah Kabupaten Mamasa bekerja sama dengan BAKTI Komdigi RI telah mendistribusikan 54 unit VSAT ke wilayah blank spot dan zero internet. Penambahan lebih dari 100 unit direncanakan pada tahun ini untuk memperluas akses internet di daerah-daerah terpencil.

Upaya pemulihan ekonomi menunjukkan tren positif. Berdasarkan data BPS Kabupaten Mamasa, pertumbuhan ekonomi meningkat dari 3,32 persen pada 2024 menjadi 3,37 persen pada 2025. Angka kemiskinan juga mengalami penurunan dari 15,20 persen menjadi 13,01 persen atau turun sebesar 2,19 persen, yang tercatat sebagai penurunan signifikan di lingkup Sulawesi Barat.

Dalam arahannya pada Musrenbang tingkat kecamatan se-Kabupaten Mamasa pada 19 Februari 2026, Bupati Mamasa menegaskan pentingnya fokus pada program prioritas di setiap desa dan kecamatan, serta optimisme bahwa puncak pemulihan ekonomi dapat tercapai secara maksimal pada 2027. Pemerintah berharap dukungan dan partisipasi aktif seluruh masyarakat Mamasa agar pembangunan berkelanjutan dapat terus berjalan demi mewujudkan Mamasa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    xjasa website murah
    xwebsite murah