Listrik Terang, Pendidikan di Pelosok Mamasa Kini Makin Maju

cyber pena
8 Okt 2025 17:11
2 menit membaca

CYBERPENA,ID, MAMASA, SULBAR — Setelah bertahun-tahun belajar dalam keterbatasan tanpa aliran listrik, ratusan siswa di wilayah pelosok Kabupaten Mamasa kini dapat menikmati pembelajaran yang lebih layak. Terangnya listrik kini hadir di ruang-ruang kelas berkat program Listrik Desa (Lisdes) yang digulirkan pemerintah melalui PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero).

Sebanyak 82 sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) di Kabupaten Mamasa kini resmi teraliri listrik. Kehadiran listrik tak hanya menerangi ruang belajar, tetapi juga membuka akses menuju pembelajaran digital yang selama ini hanya menjadi impian bagi para guru dan siswa di pelosok.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa perluasan akses listrik merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mewujudkan pemerataan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Kami ingin setiap anak Indonesia, di mana pun ia berada, memiliki kesempatan belajar dengan terang yang sama,” ungkap Darmawan dalam keterangan resminya, Selasa (7/10/2025).

Dalam program ini, 25 sekolah di Mamasa dialiri listrik melalui inovasi SuperSUN, sementara 57 sekolah lainnya mendapatkan pasokan listrik dari perluasan jaringan PLN.

“Kehadiran listrik di sekolah-sekolah pelosok bukan sekadar menyalakan lampu, tetapi juga membuka jalan bagi transformasi pendidikan, pemerataan pembangunan, serta percepatan transisi energi nasional,” tambah Darmawan.

Sementara itu, General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah menjelaskan bahwa SuperSUN merupakan bagian dari upaya PLN menghadirkan solusi elektrifikasi berbasis energi baru terbarukan (EBT).

“Melalui program SuperSUN, sekolah-sekolah yang sebelumnya gelap kini dapat merasakan manfaat terang sekaligus mengakses teknologi digital untuk mendukung kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Mamasa turut menyambut baik langkah PLN tersebut. Kehadiran listrik di sekolah-sekolah terpencil diyakini akan menjadi pendorong kemajuan pendidikan sekaligus membuka peluang bagi generasi muda Mamasa untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

“Ini adalah bentuk nyata pemerataan pembangunan dan harapan baru bagi anak-anak kita di pelosok,” ujar salah satu kepala sekolah di Kecamatan Tabulahan.

Kini, nyala lampu di ruang-ruang kelas Mamasa bukan hanya simbol terang listrik, tetapi juga tanda terbukanya masa depan baru bagi dunia pendidikan di daerah pegunungan Sulawesi Barat ini. (int/by)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    xjasa website murah
    xwebsite murah