Jelang Pergantian Tahun, BPBD Sulsel Minta Warga Waspadai Cuaca Ekstrem

cyber pena
29 Des 2025 05:53
3 menit membaca

MAKASSAR,CYBERPENA.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), khususnya potensi hujan lebat disertai angin kencang.

Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, mengatakan berdasarkan rilis BMKG untuk dasarian ketiga Desember 2025 (21–31 Desember), sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan berada pada kategori Waspada, Siaga, hingga Awas.

“Beberapa daerah di Sulsel memang masuk dalam kategori Waspada, Siaga, bahkan Awas berdasarkan rilis BMKG,” ujar Amson, Minggu (28/12/2025).

Wilayah yang saat ini berstatus Waspada hingga Awas antara lain Kabupaten Barru, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Maros, serta Kota Makassar. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang, serta berdampak pada peningkatan tinggi gelombang laut di perairan Sulawesi Selatan.

Amson menjelaskan, risiko paling tinggi saat ini terjadi di wilayah perairan Kabupaten Pangkep dan daerah pesisir lainnya, seiring meningkatnya tinggi gelombang yang membahayakan aktivitas pelayaran dan transportasi laut.

Ia juga mengonfirmasi terjadinya insiden kapal motor tenggelam akibat cuaca buruk di perairan Pulau Sarappo, Kabupaten Pangkep, yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, termasuk Camat Liukang Tupabbiring.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini. Ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem,” kata Amson.

Menyikapi kejadian tersebut, BPBD Sulsel mengimbau masyarakat, nelayan, dan pelaku perjalanan laut agar senantiasa memantau informasi resmi dari Syahbandar atau otoritas terkait sebelum melakukan pelayaran.

“Setiap akan melakukan perjalanan laut, wajib mengikuti arahan dan melaporkan ke Syahbandar. Jika kondisi cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya perjalanan ditunda,” tegasnya.

Selain itu, BPBD Sulsel juga meminta pengelola objek wisata, khususnya wisata bahari di wilayah berstatus Waspada, Siaga, dan Awas, untuk meningkatkan kehati-hatian serta membatasi aktivitas yang berisiko.

Terkait langkah antisipasi, Amson menegaskan BPBD Sulsel telah melakukan kesiapsiagaan sejak awal musim hujan, termasuk peningkatan kewaspadaan dan penyiapan personel sesuai kebutuhan di lapangan.

“Kami meminta masyarakat terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG,” tutupnya.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Sulsel, Nur Asia Utami, menjelaskan bahwa peringatan dini cuaca ekstrem dikeluarkan ketika terdapat potensi curah hujan sangat lebat hingga ekstrem, yakni lebih dari 100 milimeter per hari.

“Saat ini BMKG Sulsel mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat serta cuaca berisiko yang diperbarui setiap hari,” jelasnya.

Terkait malam pergantian tahun, BMKG memprakirakan cuaca di Sulawesi Selatan umumnya berawan dengan potensi hujan ringan. Untuk wilayah pesisir, terdapat potensi hujan ringan hingga sedang disertai angin kencang dengan kecepatan mencapai 40 kilometer per jam.

BMKG juga mencatat intensitas hujan lebih tinggi berpotensi terjadi pada dini hari hingga pagi hari, meskipun hujan dapat berlangsung sepanjang hari seiring sebagian besar wilayah Sulsel telah memasuki musim penghujan.

BMKG Sulsel mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan dampak hidrometeorologi lainnya, serta aktif memantau informasi cuaca terbaru melalui aplikasi INFO BMKG dan kanal resmi BMKG. (rls/*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    xjasa website murah
    xwebsite murah