KUALA LUMPUR, CYBERPENA.ID — Dalam gelaran internasional International Palm Oil Congress and Exhibition (PIPOC 2025), tim Cyberpena.id memperoleh kesempatan eksklusif mewawancarai Brians, Direktur Operasional Besteel Sdn. Bhd., perusahaan manufaktur teknologi sawit terkemuka di Malaysia yang kini memasok sistem Tilting Sterilizer ke berbagai pabrik kelapa sawit di Indonesia. Wawancara ini mengungkap inovasi teknologi, kerja sama lintas negara, dan masa depan industri sawit yang semakin mengarah pada efisiensi dan keberlanjutan.
Jurnalis Cyberpena.id (CP):Banyak pihak menilai teknologi Tilting Sterilizer menjadi salah satu terobosan penting dalam industri sawit. Apa keunggulan utama dari teknologi ini?
Brians (Besteel):
Tilting Sterilizer kami dirancang untuk menyelesaikan berbagai kendala pada sistem steril konvensional. Waktu proses lebih cepat, konsumsi uap jauh lebih rendah, kontrol pemasakan lebih stabil, dan keamanan operasional lebih tinggi. Selain itu, sistem tilting memungkinkan fruit conditioning yang lebih optimal sehingga meningkatkan perolehan CPO serta menekan kehilangan minyak (oil loss).
CP:
Indonesia merupakan pasar terbesar industri sawit dunia. Bagaimana pandangan Besteel terhadap pasar Indonesia?
Brians:
Indonesia adalah mitra strategis bagi kami. Tidak hanya sebagai pasar, namun partner jangka panjang dalam pengembangan teknologi sawit. Kami telah menyesuaikan desain Tilting Sterilizer khusus untuk kondisi pabrik-pabrik di Indonesia yang memiliki kapasitas besar dan kebutuhan teknis yang berbeda. Kami melihat peluang sangat besar bagi modernisasi pabrik dan transformasi teknologi berskala nasional.

CP:
Bagaimana strategi Besteel dalam memastikan teknologi ini berjalan optimal setelah dipasang di pabrik-pabrik Indonesia?
Brians:
Kami tidak hanya menjual mesin. Kami membangun ekosistem. Tim kami memberikan commissioning di lokasi, pelatihan operator, troubleshooting, hingga integrasi penuh dengan sistem existing seperti boiler, conveyor, dan automation panel. Kami ingin memastikan setiap klien di Indonesia merasakan performa maksimal, stabil, dan efisien dari teknologi kami.
CP:
Dari sisi ekonomi dan operasional, apa dampak nyata dari penggunaan Tilting Sterilizer bagi industri sawit Indonesia?
Brians:
Dampaknya sangat signifikan. Mills dapat menghemat steam hingga 15–20%, waktu siklus lebih cepat, kapasitas meningkat, dan kualitas minyak lebih baik. Sistem ini juga mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual dan meningkatkan keselamatan operasional. Semua bermuara pada penurunan biaya produksi dan peningkatan profitabilitas jangka panjang.
CP:
Apa rencana jangka panjang Besteel dalam memperkuat posisi di Indonesia? Apakah ada rencana kolaborasi lebih dalam?
Brians:
Tentu. Kami sedang menjajaki lokalisasi komponen, program technology transfer, serta kolaborasi R&D dengan perusahaan Indonesia. Ke depan, kami ingin mengintegrasikan teknologi digital seperti real-time monitoring dan predictive maintenance untuk menghasilkan smart palm oil mill. Indonesia akan menjadi pusat kolaborasi utama kami.
CP:
Terakhir, apa pesan Anda untuk para pelaku industri sawit Indonesia?
Brians:
Indonesia adalah kekuatan global dalam industri sawit. Dengan modernisasi dan investasi teknologi yang tepat, Indonesia tidak hanya akan mempertahankan posisinya, tetapi memimpin standar global dalam efisiensi dan keberlanjutan. Besteel siap menjadi bagian dari perjalanan besar itu.
Penutup
Wawancara eksklusif bersama Brians ini menegaskan bahwa transformasi industri sawit tidak lagi sekadar kebutuhan, tetapi sebuah keharusan. Kolaborasi Malaysia–Indonesia melalui teknologi Tilting Sterilizer membuka babak baru peningkatan produktivitas, efisiensi, dan daya saing global. (red)
Editor :Bayu Amatory
Tidak ada komentar