CYBERPENA.ID, MAMASA – Gereja Toraja Mamasa berdiri sejak tahun 1999. Beralamat di Desa Batu Papan, Kecamatan Nosu Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat.
Pada awalnya Gereja ini didirikan sebagai upaya untuk membangun persekutuan oleh Masyarakat Setempat khususnya di Dusun Miarang.
Dimulai dari 4 Kepala Rumah Tangga, hingga saat ini telah berjumlah 136 jiwa termasuk Dewasa, Pemuda, Remaja dan anak sekolah Minggu.

Namun pada tanggal 3 September 2025, bencana angin puting beliung menghantam Gereja ini dan dalam hitungan menit Gereja ini roboh akibat kuatnya terjangan badai yang kencang.
“Kami berharap ada orang-orang baik, anak anak Tuhan yang dapat membantu kami untuk membangun. Gereja ini adalah milik satu satunya bagi kami, dimana tempat ini adalah tempat berdoa dan menyampaikan isi hati kami kepada Tuhan Yesus” Ungkap salah seorang Majelis
Kini jemaat hanya bisa meratapi gerejanya yang sudah luluh lantak dan rata dengan tanah
Sebagai upaya Jemaat, mereka hanya bisa memasang tenda darurat, bahkan beribadah ditengah rongsokan bahan bangunan yang sekaligus meninggalkan duka yang mendalam bagi jemaat.
Mereka rindu untuk terus beribadah dengan bersama sama, bahkan dengan sukarela mereka mengumpulkan recehan yang ia dapatkan sebagai pekerja serabutan dengan satu kerinduan agar mereka dapat mendirikan rumah peribadatan dan kembali dapat beribadah dengan khusyuk.
Saat ini ditengah kekuatiran jemaat akan bencana susulan, mereka mulai berencana untuk perlahan lahan membangun kembali rumah Tuhan, meski saat ini mereka hanya bisa beribadah di Gereja darurat namun mereka tetap memegang janji Tuhan bahwa doa yang dinaikkan dengan iman yang tulus akan besar kuasanya.
Mari orang orang baik, anak anak Tuhan yang mungkin digerakkan Tuhan untuk mengulurkan tangan lewat berkat yang ada, dapat membantu mereka dengan menyalurkan berkat kepada mereka, melalui Galang dana ini sebagai upaya perpanjangan tangan Tuhan kepada jemaat Tuhan yang dirundung duka akibat bencana alam yang tak terduga.
Info Galang Dana Program Bantu Gereja Darurat di Pelosok :

Tidak ada komentar