Bupati Mamasa Hadiri Panen Raya Nenas di Mesakada, Dorong Inovasi Pertanian Desa

cyber pena
29 Sep 2025 16:28
2 menit membaca

CYBERPENA.ID, MAMASA- Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, didampingi oleh Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Perizinan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Sulawesi Barat, Arif Machfoed, dan jajaran Forkopimda Mamasa serta OPD terkait, menghadiri panen raya nenas di Desa Mesakada, Kecamatan Tandukkalua, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, pada Kamis, 25 September 2025.

Bupati Welem mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten Mamasa wajib memberikan pendampingan kepada desa-desa yang telah mengembangkan inovasi pembangunan di desanya. Desa Mesakada telah berhasil mengembangkan budidaya tanaman nenas, dengan hampir semua penduduknya bercocok tanam nenas di lahan seluas kurang lebih 50 hektar.

“Saya telah menghubungi pihak perusahaan yang telah bersedia memberikan mesin pengolah buah nenas menjadi kripik nenas di desa ini. Produksi nenas di desa Mesakada sudah jelas melimpah dan kita siap mendampinginya,” ucap Bupati. Beliau berharap desa-desa lain dapat mengembangkan inovasi lain, sehingga masyarakat Mamasa akan semakin maju dan makmur.

Selain peningkatan ekonomi lewat pertanian, Bupati juga berharap agar masyarakat terus menjaga keamanan dan ketentraman, menghidupkan budaya gotong royong yang menjadi ciri khas budaya Mamasa, terutama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Dinas Pertanian juga telah menyediakan 130 ton bibit padi unggul yang akan dibagikan ke kelompok-kelompok tani dan bibit sayur-sayuran yang akan dibagikan secara gratis. Bupati juga menyebutkan bahwa pembagian pupuk gratis berupa urea dan ponska untuk petani padi sedang berproses dan akan segera dibagikan ke kecamatan lainnya.

Usai acara panen raya nenas, masyarakat desa Mesakada mengikuti diskusi dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memberikan sosialisasi terkait pentingnya pengawasan penggunaan keuangan secara umum, terutama dalam menghadapi berbagai masalah peredaran keuangan ilegal secara online. Pihak OJK, Arif Machfoed, menekankan pentingnya pengawasan pengelolaan keuangan baik secara online maupun offline, terutama investasi ilegal.

Arif juga memaparkan bahwa tahun depan, regulasi tentang uang digital (crypto) akan dialihkan pengelolaannya ke OJK, sehingga penggunaan crypto dalam negeri akan mendapat legalitas dan dapat mendatangkan kompleksitas penghasilan masyarakat secara tersendiri. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    xjasa website murah
    xwebsite murah