NUSANTARA, CYBERPENA.ID — Dalam rangka memperingati Hari Ikan Nasional, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) mengajak anak-anak Pesantren Hidayatullah mengenal pentingnya konsumsi pangan sehat, bergizi, dan seimbang melalui kegiatan edukasi di Green Pesantren, Nusantara, Jumat (22/11/2025). Pada hari yang sama, Otorita IKN juga menebar ikan konsumsi di Embung E, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan kawasan.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Otorita IKN dalam membangun lingkungan berkelanjutan serta meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai manfaat konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani yang penting bagi tumbuh kembang anak. Upaya ini mendapat apresiasi dari perwakilan Pondok Pesantren Hidayatullah, Dzul Fadli, yang menyebut langkah tersebut selaras dengan nilai pendidikan dan kesehatan di lingkungan pesantren.
“Kalau dalam Islam, makanlah yang halal dan thoyibah (baik), artinya baik untuk hati, mata, dan anggota tubuh lainnya. Untuk itu, terima kasih kepada Otorita Ibu Kota Nusantara yang telah memberikan program ketahanan pangan, khususnya bagi sekolah binaan ini,” ujarnya.
Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, Lenggono, menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan di Nusantara dilakukan secara berkelanjutan. Program serupa juga terus dikembangkan di berbagai embung lainnya di Kawasan Nusantara sebagai bagian dari pemanfaatan sumber daya lokal.
“Kegiatan ini akan terus berlanjut, termasuk embung-embung lain di Kawasan Nusantara. Dengan kata lain, ini merupakan penguatan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal, baik itu ikan konsumsi maupun ikan konservasi sebagai sumber protein hewani,” jelasnya.
Melalui kegiatan edukasi dan penebaran ikan ini, Otorita IKN memastikan penguatan ketahanan pangan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengembangan infrastruktur embung hingga peningkatan pemahaman masyarakat tentang gizi. Upaya tersebut sejalan dengan visi menjadikan Nusantara sebagai kawasan mandiri pangan yang sehat, produktif, dan berkelanjutan. (rls)
Editor: bayu amatory
Tidak ada komentar