Otorita IKN dan BI Perkuat Kapasitas Petani Kopi Liberika

cyber pena
3 Feb 2026 04:40
3 menit membaca

NUSANTARA, CYBERPENA.ID — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) bekerja sama dengan Sekretariat Kerja Kantor Bersama Bank Indonesia menggelar pelatihan peningkatan kapasitas petani kopi liberika di kawasan Agro Wisata Sukaraja, Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan ekonomi lokal melalui peningkatan mutu dan daya saing komoditas unggulan masyarakat di wilayah penyangga IKN.

Pelatihan berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh lebih dari 20 petani kopi dari Desa Sukaraja, Desa Semoi, dan Desa Tengin Baru. Program ini dirancang untuk memperluas pemahaman teknis petani dalam pengelolaan kopi secara menyeluruh, sekaligus mendorong penerapan standar kualitas di seluruh rantai produksi.

Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, Setia Lenggono, menegaskan bahwa penguatan kapasitas petani menjadi kunci dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat sekitar IKN.

“Penguatan kapasitas petani menjadi kunci dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar IKN. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan petani memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, khususnya dalam proses pascapanen, sehingga kualitas kopi lokal dapat meningkat secara konsisten dan memiliki nilai tambah di pasar,” ujar Setia Lenggono.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Syachman Perdymer, menyampaikan bahwa Bank Indonesia mendukung penguatan ketahanan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM, salah satunya dengan mengembangkan potensi kopi liberika di wilayah IKN.

Pelatihan ini dimentori langsung oleh Edi Kuncoro dari P4S Rubath Kopi Jombang, petani kopi sekaligus pengajar asal Jombang, Jawa Timur. Dalam sesi teori dan praktik, peserta dibekali berbagai contoh praktik terbaik mulai dari proses panen, sortasi, fermentasi, produksi, hingga strategi pemasaran. Penekanan utama diberikan pada peningkatan standardisasi kualitas, mengingat tahapan pascapanen memegang peran penting dalam menjaga konsistensi rasa dan aroma kopi.

Edi Kuncoro menegaskan bahwa kedisiplinan dalam setiap proses pengolahan menjadi faktor penentu kualitas.
“Kualitas kopi ditentukan dari hal-hal kecil yang sering dianggap sepele, mulai dari waktu panen, kebersihan saat sortasi, hingga kontrol fermentasi. Jika proses pascapanen dilakukan dengan benar dan konsisten, petani bisa menghasilkan kopi dengan karakter rasa yang stabil dan layak masuk kategori specialty grade, yang tentu memiliki nilai jual jauh lebih tinggi,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Bagio, petani asal Desa Tengin Baru, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari pelatihan tersebut.

“Selama ini kami mengolah kopi berdasarkan kebiasaan turun-temurun. Dari pelatihan ini, saya jadi paham tahapan pascapanen yang benar dan bagaimana menjaga kualitas supaya rasa kopinya konsisten. Ini membuka peluang bagi kami untuk menjual kopi dengan harga yang lebih baik,” ujarnya.

Melalui kolaborasi ini, Otorita IKN berharap dapat membangun ekosistem pertanian kopi yang lebih profesional dan berkelanjutan di wilayah penyangga. Peningkatan kapasitas petani diharapkan mampu memperkuat kualitas produk lokal, memperluas akses pasar, serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, sejalan dengan komitmen pembangunan IKN yang inklusif dan berbasis pemberdayaan ekonomi lokal. (rls)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    xjasa website murah
    xwebsite murah