POLEWALI MANDAR,CYBERPENA.ID — Penempatan Transmigran Lokal di Satuan Permukiman Taramanu Tua, Kawasan Transmigrasi Tubbi Taramanu, Kabupaten Polewali Mandar, resmi dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam mendorong pemerataan pembangunan wilayah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Dr. Sigit Mustofa Nurudin, ST., MM., Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud, Plt. Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Barat Muh. Jaun, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat Faisal Tamrin, jajaran kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Camat Tubbi Taramanu, unsur TNI-Polri, para kepala desa, serta masyarakat setempat.

Program penempatan transmigran lokal ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi kawasan Tubbi Taramanu, sekaligus memperkuat struktur sosial dan pembangunan berbasis potensi lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud menegaskan bahwa para transmigran lokal tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan sarana dan prasarana pendukung. Menurutnya, pemerintah pusat di bawah komitmen Presiden Republik Indonesia memberikan perhatian serius terhadap program-program yang menyentuh langsung pertumbuhan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan masyarakat.

“Saya ingin menyampaikan kepada para transmigran lokal agar tidak perlu khawatir soal sarana dan prasarana. Presiden sangat konsen dengan program-program yang berkaitan langsung dengan pertumbuhan, kesehatan, dan pendidikan masyarakat. Saya optimistis, pada tahun 2026 kondisi infrastruktur di kawasan ini akan jauh lebih baik. Ke depan, Taramanu Tua saya harapkan dapat menjadi pusat ibu kota baru di Kecamatan Tubbi Taramanu,” ujar Bupati.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Dr. Sigit Mustofa Nurudin, menekankan pentingnya persatuan dan kebersamaan antara transmigran lokal maupun pendatang dalam membangun kawasan transmigrasi yang maju dan sejahtera. Ia berharap Kawasan Transmigrasi Tubbi Taramanu dapat menjadi contoh bagi lokasi transmigrasi lainnya di Indonesia.
“Kita berharap transmigran lokal dan pendatang dapat bersatu, maju bersama, saling menghargai, dan sejahtera bersama. Kawasan ini harus menjadi contoh bagi kawasan transmigrasi lainnya. Kami juga akan terus meningkatkan infrastruktur, fasilitas umum, perbaikan jalan, hingga penyediaan sarana air bersih, seiring dengan semangat masyarakat dalam mengolah lahan dan membangun daerahnya,” jelasnya.

Dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat turut menguatkan pelaksanaan program ini. Plt. Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Barat, Muh. Jaun, menyampaikan bahwa kawasan transmigrasi Tubbi Taramanu diharapkan tumbuh sebagai kawasan yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing, sejalan dengan arah pembangunan Provinsi Sulawesi Barat.

“Penempatan transmigrasi di Tubbi Taramanu diharapkan menjadi contoh kawasan yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing. Keberhasilan kawasan transmigrasi sangat bergantung pada pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, pemerintah juga menyerahkan bantuan pembekalan transmigrasi Taramanu Tua kepada para penerima sebagai bentuk dukungan awal untuk menunjang aktivitas, kemandirian, dan keberlanjutan kehidupan para transmigran.

Melalui program ini, Kawasan Taramanu Tua diharapkan tidak hanya menjadi lokasi hunian baru, tetapi juga berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan baru di Kabupaten Polewali Mandar. (rls)

Tidak ada komentar