Pemprov Sulbar Catat Pertumbuhan Ekonomi Lima Besar Nasional

cyber pena
21 Des 2025 23:24
3 menit membaca

MAMUJU,CYBERPENA.ID — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, bersama Wakil Gubernur Salim S. Mengga memimpin rapat pimpinan bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Jumat (19/12/2025). Rapat yang dipandu Sekretaris Provinsi Sulbar, Junda Maulana, tersebut dihadiri pejabat eselon II dan III.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Suhardi Duka memaparkan capaian kinerja makro pembangunan daerah Sulawesi Barat sepanjang tahun 2025. Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Sulbar pada triwulan III 2025 mencapai 5,83 persen, menempatkan Sulbar dalam lima besar nasional.

“Target kita tidak jauh berbeda dengan proyeksi Bank Indonesia yang berada pada kisaran 4,6 hingga 5,6 persen. Semoga pada triwulan IV pertumbuhan ekonomi dapat meningkat,” ujar Suhardi Duka.

Selain pertumbuhan ekonomi, Gubernur juga menyampaikan capaian penurunan angka kemiskinan. Target kemiskinan Sulbar ditetapkan sebesar 10,42 persen, dan hingga triwulan III 2025 telah mencapai 10,41 persen. Sementara tingkat pengangguran ditargetkan 2,51 persen, dengan realisasi sementara berada di angka 2,81 persen.

“Dengan kondisi triwulan IV yang relatif stabil, kita optimistis target penurunan kemiskinan dapat tercapai dan pengangguran terus menurun,” tambahnya.

Suhardi Duka mengungkapkan jumlah angkatan kerja di Sulbar mencapai 778,38 ribu orang dengan tingkat partisipasi angkatan kerja sebesar 71,40 persen. Namun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulbar masih berada di angka 71,16, di bawah rata-rata nasional sebesar 75,9.

Ia merinci kontribusi IPM kabupaten, yakni Majene sebesar 73,25, Mamuju 71,86, Pasangkayu 71,04, Polewali Mandar 69,88, Mamuju Tengah 68,53, dan Mamasa 66,68.

Pada sektor pembangunan ekonomi rakyat, Pemprov Sulbar melalui Program Panca Daya Satu telah menyalurkan berbagai bantuan sarana pertanian dan UMKM. Bantuan tersebut meliputi 1.870 ekor bibit kambing, 120.770 batang bibit durian, 1.204.760 batang benih kakao siap tanam, 200.000 bibit kopi, 47.290 botol pupuk organik, serta bantuan UMKM kepada 329 kelompok.

Sementara itu, Program Panca Daya Dua difokuskan pada perlindungan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Realisasi tahun 2025 mencakup Universal Health Coverage (UHC) 100 persen bagi 43.335 jiwa, asuransi bagi 14.000 nelayan, padat karya infrastruktur yang menyerap 2.136 tenaga kerja, rehabilitasi delapan rumah korban bencana, bantuan listrik hemat bagi 171 rumah tangga, serta bantuan tunai bagi 3.482 kepala keluarga miskin ekstrem.

Di bidang pendidikan, Program Panca Daya Tiga meliputi pengadaan meubel SMA sebanyak 17 paket, perlengkapan peserta didik 750 paket, serta dukungan operasional boarding school SMAN 3 Majene sebesar Rp511 juta dan SMK Rea sebesar Rp230 juta. Selain itu, dilakukan pengadaan meubel SMK sembilan paket, peralatan praktik kejuruan empat paket, serta peningkatan kompetensi bagi 46 guru.

“Pemprov juga menyalurkan 1.055 beasiswa untuk siswa SMA/SMK/SLB, 537 beasiswa pendidikan tinggi, serta 286 beasiswa bagi ASN,” ungkapnya.

Untuk Program Panca Daya Empat, Pemprov Sulbar melaksanakan pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur, di antaranya peningkatan jaringan irigasi di tiga daerah, penataan 10 bangunan gedung, rekonstruksi jalan sepanjang 20,71 kilometer, pembangunan jalan 7,109 kilometer, serta pembangunan dua unit jembatan. Selain itu, dilakukan rekonstruksi Jembatan Labuang Rano, rehabilitasi jembatan di Desa Ahu Kecamatan Tapalang Barat, serta rekonstruksi tanggul banjir di Desa Tapandullu, Mamuju.

Pemprov Sulbar juga menyalurkan tujuh unit truk sampah ke Kabupaten Mamuju, Majene, dan Polewali Mandar, serta membangun prasarana sarana umum berupa air bersih di 55 titik, drainase 28 paket, dan rehabilitasi beton 14 paket.

Adapun Program Panca Daya Lima difokuskan pada penguatan tata kelola pemerintahan. Langkah strategis yang dilakukan meliputi penyederhanaan struktur organisasi dari 35 menjadi 29 OPD, penerapan standar baru seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama melalui wawancara terbuka untuk 12 jabatan, serta penguatan kolaborasi antar-pemerintah daerah melalui pelaksanaan retreat pertama di kawasan Indonesia timur.

“Selain itu, dilakukan profiling terhadap 455 ASN, penerapan kebijakan TPP yang komunal dan berkeadilan, serta percepatan program Sulbar bebas blank spot di 90 titik,” tutup Gubernur. (rls)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    xjasa website murah
    xwebsite murah