RSUD Daya Hadirkan Layanan Modern, Pemkot Makassar Perkuat Akses Kesehatan Warga

cyber pena
17 Des 2025 01:38
4 menit membaca

MAKASSAR,CYBERPENA.ID — Pemerintah Kota Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan publik. Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui pembenahan menyeluruh dan penguatan fasilitas layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya Makassar.

Pelayanan kesehatan tidak semata-mata berbicara soal prosedur administratif, melainkan kecepatan menyelamatkan nyawa serta keberpihakan pada nilai-nilai kemanusiaan. Prinsip inilah yang kini menjadi ruh transformasi layanan kesehatan di Kota Makassar.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Pemerintah Kota Makassar menegaskan arah kebijakan pelayanan kesehatan yang sigap, responsif, dan berorientasi pada keselamatan pasien, tanpa mempersulit urusan administrasi di saat kondisi darurat.

Arah kebijakan tersebut mulai dirasakan langsung masyarakat melalui perubahan layanan di RSUD Daya Makassar. Sejak dilantiknya manajemen baru pada 9 September 2025, di bawah kepemimpinan Direktur dr. A. Any Muliany M., RSUD Daya bergerak cepat melakukan pembenahan layanan secara progresif.

“Seluruh langkah perbaikan ini kami arahkan pada satu tujuan utama, yaitu memberikan pelayanan kesehatan terbaik dan bermartabat bagi masyarakat Kota Makassar,” ujar dr. Any Muliany, Selasa (16/12/2025).

Pembenahan dilakukan mulai dari peningkatan kualitas pelayanan, penguatan etika humanis tenaga kesehatan, hingga pembaruan fasilitas dan alat medis yang mengikuti standar layanan kesehatan modern.

Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, RSUD Daya Makassar kini menghadirkan berbagai layanan unggulan dan alat medis terbaru. Di antaranya Polysomnography (PSG) untuk pemeriksaan gangguan saraf serta Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT).

Selain itu, RSUD Daya juga menyediakan layanan artroskopi untuk penanganan nyeri sendi, echocardiography untuk pemeriksaan fungsi jantung, serta laser hemoroid yang memungkinkan terapi wasir dengan teknik minim nyeri dan mempercepat pemulihan pasien.

Rumah sakit milik Pemkot Makassar ini juga menghadirkan layanan Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) sebagai terapi pasien stroke, serta membuka layanan Spesialis Gigi Anak guna meningkatkan kualitas kesehatan gigi dan mulut anak.

“Fasilitas penunjang lainnya juga terus kami perkuat, seperti Dental X-Ray, CT-Scan, dan USG 4D untuk mendukung kebutuhan diagnostik pasien,” tambahnya.

dr. Any Muliany menegaskan bahwa peningkatan layanan ini sejalan dengan arahan Wali Kota Makassar yang menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang cepat, responsif, dan mengedepankan nilai kemanusiaan.

“Dengan berbagai pembaruan ini, kami berharap masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang lebih optimal dan berkualitas,” tutupnya.

Dalam pelaksanaan layanan, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), RSUD Daya memastikan bahwa seluruh pasien ditangani berdasarkan tingkat kegawatan medis, bukan pada status jaminan kesehatan.

Salah satu tenaga medis RSUD Daya, dr. Nisa, menjelaskan bahwa setiap pasien yang datang akan melalui proses triase, yakni pengelompokan berdasarkan kondisi medis.

“Terdapat empat kategori triase, yaitu zona hijau, kuning, merah, dan hitam,” jelasnya.

Zona hijau merupakan pasien dengan kondisi stabil dan umumnya diarahkan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama. Zona kuning adalah pasien semi gawat darurat, sedangkan zona merah merupakan kondisi gawat darurat berat yang langsung mendapatkan penanganan prioritas.

“Kalau sudah zona merah, tentu langsung kita tangani karena menyangkut keselamatan nyawa,” tegas dr. Nisa.

Adapun zona hitam diperuntukkan bagi pasien yang datang dalam kondisi meninggal dunia tanpa tanda-tanda kehidupan.

Menurut dr. Nisa, dalam kondisi darurat, RSUD Daya tidak pernah membedakan pasien berdasarkan jaminan kesehatan.

“Pasien zona kuning dan merah pasti kami tangani terlebih dahulu. Administrasi menyusul. Yang utama adalah kondisi medis pasien,” ujarnya.

Setiap harinya, IGD RSUD Daya melayani rata-rata sekitar 50 pasien dalam tiga shift pelayanan, dengan lonjakan kasus biasanya terjadi pada sore dan malam hari, terutama saat musim pancaroba dan musim hujan.

Sementara itu, Pemerintah Kota Makassar juga terus memperkuat jaminan akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan ekstrem miskin melalui dua skema utama, yakni Universal Health Coverage (UHC) Prioritas dan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin, menjelaskan bahwa kedua program tersebut dirancang agar tidak ada warga yang terhambat mendapatkan layanan kesehatan hanya karena persoalan administrasi BPJS Kesehatan.

“Melalui UHC Prioritas dan Jamkesda, Pemkot Makassar memastikan masyarakat miskin dan ekstrem miskin tetap terlindungi dan bisa mengakses layanan kesehatan,” ujarnya.

Melalui skema UHC Prioritas, warga yang belum memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) dapat langsung diakomodasi setelah diverifikasi oleh tim sosial, dengan kepesertaan aktif pada hari yang sama.

Sementara Jamkesda berfungsi sebagai jaring pengaman awal bagi warga yang belum sempat diverifikasi, dengan pembiayaan yang telah disiapkan di rumah sakit.

“Pelayanan tetap berjalan. Setelah diverifikasi dan memenuhi kriteria, pasien akan dialihkan ke skema UHC Prioritas,” pungkas dr. Nursaidah. (rls)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    xjasa website murah
    xwebsite murah