Wagub Sulbar Pasang Ultimatum: Tambang Nakal, Izin Dicabut

cyber pena
15 Des 2025 01:05
3 menit membaca

MAMUJU,CYBERPENA.ID – Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Salim S Mengga, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulbar untuk memberikan kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan modal di daerah. Namun, kemudahan tersebut tetap dibarengi prinsip kehati-hatian, selektivitas, serta perlindungan lingkungan yang ketat.

Penegasan itu disampaikan Salim S Mengga dalam program spesial RRI bertajuk Wagub Menyapa, saat menjawab pertanyaan warga bernama Erna terkait pengawasan investor, khususnya di sektor pertambangan, Sabtu (6/12/2025).

Pasangan Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) ini menjelaskan, kehadiran investor memang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Meski demikian, ia menekankan bahwa seluruh proses perizinan harus melalui tahapan seleksi dan analisis dampak lingkungan yang ketat.

“Untuk mewadahi kepentingan investor, kita berikan kemudahan, tetapi tetap selektif. Lokasi-lokasi tambang, seperti pasir dan lainnya, harus melalui analisis lingkungan terlebih dahulu,” ujar Salim S Mengga.

Ia menyoroti fakta bahwa di banyak daerah, aktivitas pertambangan kerap meninggalkan kerusakan lingkungan yang berdampak jangka panjang. Karena itu, Pemprov Sulbar mewajibkan setiap perusahaan tambang menyediakan jaminan reklamasi sebagai bentuk tanggung jawab.

“Harus ada jaminan bahwa reklamasi berjalan. Bentuknya bisa jaminan bank. Ini yang kita inginkan,” tegasnya.

Selain persyaratan ketat di awal, Salim S Mengga juga memastikan pengawasan akan diperketat selama aktivitas pertambangan berlangsung. Jika ditemukan pelanggaran atau kerusakan lingkungan, perusahaan diwajibkan segera melakukan pemulihan. Bahkan, pemerintah tidak akan ragu mencabut izin usaha bagi tambang yang tidak patuh aturan.

“Alam tidak boleh rusak sekalipun kita butuh anggaran. Saya sudah beberapa kali turun langsung ke lokasi tambang. Kalau tidak patuh, saya dan Pak Gubernur tidak segan-segan mencabut izin,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Salim S Mengga juga menegaskan sikap pribadinya terkait hubungan dengan pengusaha tambang. Ia menyatakan tidak memiliki kedekatan maupun kepentingan dengan pihak mana pun agar dapat menjaga integritas sebagai pejabat publik.

“Saya tidak pernah mau dekat dengan pengusaha. Saya tidak mau dijadikan mainan dan tidak pernah mau menerima pemberian mereka. Begitu menerima, kita jadi lemah,” ungkapnya.

Ia bahkan menceritakan pengalamannya saat diundang makan malam oleh seorang pengusaha besar di Jawa Tengah. Meski sebagai tamu undangan, Salim S Mengga justru meminta ajudannya menyiapkan uang untuk membayar makan malam tersebut.

“Bagi saya, kita semua setara. Pengusaha kaya itu untuk dirinya, saya juga hidup dari hasil saya sendiri. Kita boleh berkawan, tapi tetap setara,” tuturnya.

Ketika ditanya apakah pernah ada pengusaha di Sulbar yang mencoba mendekatinya secara pribadi, Salim S Mengga dengan tegas menjawab tidak pernah.

“Saya batasi diri, apalagi sebagai pejabat publik. Kedekatan dengan pengusaha sering menimbulkan pikiran negatif. Saya kenal mereka hanya sebagai kawan biasa, tidak lebih,” tutupnya. (rls)

Editor: bayu amatory

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    xjasa website murah
    xwebsite murah