MAMASA, CYBERPENA.ID – Kisah ketekunan dan pengorbanan Pendeta Hedi, Gembala GPDI Bombonglambe di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, kembali mengetuk hati banyak orang. Di tengah tugas pelayanannya, ia rela berjualan kerupuk dengan berjalan dari pasar ke pasar demi mengumpulkan dana untuk membangun gereja yang masih berdinding terpal, berlantai tanah, dan serba terbatas.
Ketika ditanya tentang alasannya berjualan, Pendeta Hedi menjawab dengan penuh keyakinan,
“Saya tak perlu malu, karena apa yang saya lakukan bukan mencuri. Ini adalah upaya dan usaha saya agar bisa membangun gereja, agar jemaat bisa membangun.” jelasnya (16/11/2025)
Perjuangan tulus inilah yang menggerakkan hati Bapak Yaved Nataniel, Founder Yayasan Bahtera Peduli Nusantara, untuk memberikan dukungan nyata. Melalui yayasannya, Bapak Yaved menyerahkan donasi sebesar Rp7.598.000 guna membantu pembangunan gereja GPDI Bombonglambe.
“Saya berharap usaha dan upaya yang dilakukan hamba-Nya dapat menunjang pelayanan di gereja, dan menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujar Bapak Yaved Nataniel.
Pendeta Hedi menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para dermawan yang tergerak hatinya, terutama kepada Bapak Yaved Nataniel.
“Saya sangat berterima kasih kepada orang baik melalui Yayasan Bahtera Peduli Nusantara yang telah membantu kami dengan tulus,” ujarnya.
Bantuan awal ini menjadi harapan baru bagi jemaat di pedalaman Mamasa. Dengan dukungan berbagai pihak, pembangunan gereja yang lebih layak bagi GPDI Bombonglambe kini selangkah lebih dekat terwujud. (red)
Tidak ada komentar