CYBERPENA.ID – Fransiskus Xaverius Sudanto (83) merupakan dokter yang berjasa bagi masyarakat Papua. Pasalnya, ia hanya menarik tarif Rp2.000 untuk mengobati pasien-pasiennya.
Selama bertugas di wilayah Suku Asmat, sehari-harinya dr. Sudanto terkadang hanya dibayar dengan dengan sagu, rempah-rempah, atau kayu bakar dari hutan.
Setelah 6 tahun bertugas menjadi dokter Inpres, Sudanto melanjutkan kariernya di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura, hingga pensiun pada tahun 2003. Selain itu, ia juga diberi izin untuk membuka praktik dokter umum di Rumah Sakit Umum (RSU) Abepura.
Memiliki dedikasi dan jiwa kemanusiaan yang tinggi, membuat Sudanto tetap mengabdikan dirinya pada masyarakat sekitar.
Setelah pensiun, dr. Sudanto membuka praktik dirumahnya di Abepura. Selama membuka praktik, ia tetap tidak menetapkan tarif tinggi pada pasiennya.
dr. Sudanto yang telah lama bertugas di daerah pedalaman, tidak sampai hati untuk mematok tarif praktiknya mengikuti “pasaran” dokter-dokter di kota.
Maka dari itu, dr. Sudanto memasang tarifnya sendiri yang ia rasa sangat terjangkau bagi masyarakat Abepura.
Saat pertama kali membuka praktik, dr. Sudanto hanya menerima bayaran Rp500 atas jasanya. Sejak saat itu hingga saat ini, dr. Sudanto tetap memasang tarif praktik yang sangat terjangkau bagi masyarakat Abepura, yaitu Rp2.000 untuk orang dewasa dan Rp1.000 untuk anak-anak dan mahasiswa.
Tidak heran, jika masyarakat Papua memberikan panggilan khusus pada Sudanto, yaitu “Dokter 2000 Rupiah”.
Sudanto berprinsip, bahwa uang atau materi bukanlah segalanya. Pasalnya, bagi seorang dokter mendahulukan nyawa dan kepentingan orang banyak, merupakan hal yang paling utama. (Red)
Tidak ada komentar